Minggu, 15 April 2018

Pengembangan e-Learning dalam Pembelajaran Kimia

Pengembangan e-Learning dalam Pembelajaran Kimia
         Teknologi komputer sudah semakin berkembang dan semakin banyak diaplikasikan dalam dunia pendidikan terutama sebagai media pembelajaran. Dengan media komputer guru akan lebih mudah menyampaikan materi yang sulit dibayangkan siswa menjadi suatu konsep yang dapat pahami siswa. Program e-learning merupakan salah satu media yang menggunakan teknologi komputer yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Program e-Learning banyak dikembangkan dengan berbagai karakteristik dasar yakni memberikan layanan student self service, online learning, online assessment, collaborative learning, training resources management (Sukari, 2014). 
           Dalam proses belajar mengajar motivasi memiliki peranan yang penting terhadap pencapaian hasil belajar. Motivasi mempunyai peranan penting dalam belajar karena mendorong individu untuk melakukan kegiatan belajar sehingga terjdi perubahan perilaku untuk mencapai tujuan berupa hasil belajar yang tinggi. Seorang siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung untuk mencurahkan segala kemampuan dan potensinya untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu berupa hasil belajar yang tinggi. Motivasi belajar merupakan suatu dorongan pada diri mahasiswa baik secara intrinsik maupun secara ekstrinsik yang dapat menimbulkan kegiatan untuk belajar lebih efektif (Sardiman, 2009). 
           Seorang dosen harus mampu menyampaikan materi pelajaran dan mampu mengembangkan topik pelajaran sehingga tercapainya hasil belajar mahasiswa yang optimum (Situmorang, dkk. 2006). Para guru harus belajar untuk menggunakan strategi dan model yang multidimensi untuk memecahkan tantangan pendidikan yang ada di masa depan (Lumadi dan Len, 2013). Selanjutnya Wijaya (1992) menjelaskan guru harus melibatkan siswa aktif dalam proses belajar dengan memanfaatkan media pembelajaran sebagai alat bantu untuk mengoptimalkan tujuan pembelajaran. 
       Beberapa media pendidikan yang sering dipergunakan dalam proses belajar-mengajar diantaranya media cetak, elektronik, model, sketsa, peta dan diagram (Silalahi, 2006). Heinich, dkk (2005) menyatakan media komputer program e-learning dapat dirancang dan dimanfaatkan sehingga menjadikan pembelajaran yang mengedepankan masalah dan melatih kemampuan siswa memecahkan masalah dan mencari solusinya. Kemudian menurut Mafenya (2013) e-learning efektif dan dapat meningkatkan pendidikan dimana e-learning tersebut dirancang dengan baik dan proses pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penggunaan media pembelajaran tidak dapat diaplikasikan tanpa adanya strategi pembelajaran, sehingga perlu kombinasi antara strategi pembelajaran yang sesuai dengan media pembelajaran (Yusri dan Ratna, 2008). Mafenya, (2013) menyatakan e-learning berhasil disampaikan dalam konteks dirancang dengan baik dan harus menggunakan strategi pembelajaran.
           Sanjaya, (2009) menyatakan pembelajaran berbasis masalah menjadikan pembelajaran sebagai suatu masalah, kemudian masalah tersebut dapat membangkitkan ketertarikan atau rasa ingin tahu siswa untuk aktif memecahkan masalah dengan strategi yang diciptakan oleh siswa sendiri dengan cara mengkaitkan pengetahuan sebelumnya sehingga tersusun pengetahuan baru.
1. Pengertian E-Learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:

1.      Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). 
2.      Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3.      Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).
2. Karakteristik E-learning
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.

Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:

1.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2.      Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
3.      Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4.      Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
3. Manfaat E-learning
Manfaat E-learning adalah:

1.      Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
2.      Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
3.      Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.


Manfaat E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
1.      Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
2.      Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
3.      Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
4.      Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
5.      Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
6.      Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
4. Kelebihan E-learning
Kelebihan E-learning  ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :

1.      Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video. 
2.      Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
3.      Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
4.      Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.
5. Kekurangan E-learning
Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :

1 1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
2 2.  Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3 3.  Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 
4 4.  Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology).
5 5.  Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
6 6.  Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
7 7.  Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
8 8.   Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik. 
9 9.   Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
1 10. Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
1 11.  Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
1 12.  Peserta didik dapat merasa terisolasi.

Hasil Belajar 
Hasil belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yakni “hasil” dan “belajar”, mempunyai arti yang berbeda. Hasil adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individual atau kelompok. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan hasil adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan dan sebagainya (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999). 
Selanjutnya pengertian belajar, untuk memahami pengertian tentang belajar berikut dikemukakan beberapa pengertian belajar diantaranya : Menurut Slameto (2003), dalam bukunya Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bahwa belajar ialah “Suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi denganlingkungannya. Faktor penting keberhasilan pengembangan dan implementasi hasil belajar adalah akreditas program, kualitas kurikulum dan sumber daya yang terlibat (Hubball, 2007). Selanjutnya Ladyshewsky, et al (1998) menyatakan tiga jenis penguatan yang memengaruhi hasil belajar: (1) penguatan eksternal langsung, (2) penguatan yang dialami sendiri, dan (3) penguatan internal. Penguatan eksternal langsung, orang mengatur perilaku mereka atas dasar konsekuensi yang mereka alami secara langsung. Penguatan yang merupakan hasil pengamatan dari pengalaman orang lain. Penguatan yang dialami sendiri melibatkan perilaku seseorang. 
Motivasi 
Belajar Ada banyak faktor, baik intrinsik dan ekstrinsik yang memotivasi peserta didik. Faktor-faktor yang dapat berbeda secara signifikan dari siswa ke siswa. Meskipun demikian guru yang termotivasi dan antusias tentang apa yang dia lakukan, maka ada kemungkinan yang lebih besar siswa akan termotivasi juga. Pengaruh guru yang bersemangat dalam pembelajaran, menciptakan koneksi yang relevan dengan peserta didik, menyajikan tantangan yang harus diatasi peserta didik, dan membuat proses-mengajar menjadi menyenangkan (Wedel, 2006). Peserta didik lebih cenderung tertarik, semangat, penasaran, dan senang belajar ketika seorang guru sangat antusias. Peserta didik secara intrinsik termotivasi untuk belajar ketika diajarkan oleh guru yang antusias. Antusiasme guru tidak bisa menjadi sumber utama agar peserta didik termotivasi, tetapi merupakan cara terbaik untuk merangsang kegembiraan, dan rasa ingin tahu peserta didik (Patrick et al, 2000). Selanjutnya Winkel (1986), mengemukakan motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif, motif menjadi aktif pada saat tertentu, bahkan kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau dihayati. Sardiman (2009), menyatakan motivasi sebagai suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan adanya tujuan, maka dalam motivasi terkandung tiga unsur penting, yaitu: 
1. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia, perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system “neurophysiological” yang ada pada organisme manusia. 
2. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa “feeling”, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. 
3. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan. Dengan demikian yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. 
Media Komputer Program eXe learning 
Teknologi komputer sebagai media informasi merupakan media yang efektif bagi seorang dalam merancang media pembelajaran sehingga dapat meringankan tugas guru. Dengan media komputer guru akan lebih mudah menyampaikan materi yang sulit dibayangkan siswa menjadi suatu konsep yang dapat pahami siswa. Media komputer program e-learning banyak dikembangkan dengan berbagai karakteristik dasar: 
(1) Memberikan layanan student self service, artinya seluruh peserta didik dalam pembelajaran berbasis TIK ini dapat melayani diri mereka sendiri ketika ingin menjalani aktivitas belajar. Struktur kurikulum dan bahan ajar dapat diakses secara mandiri tanpa campur tangan dari pikah lain, 
(2) memberikan layanan online learning, artinya seluruh bahan ajar yang disiapkan oleh pendidik dapat diakses oleh peserta didik secara online melalui jalur internet maoun intranet. Bahan ajar disajikan dalam bentuk course (kursus) yang telah dipaketkan sesuai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, 
(3) memberikan layanan online assessment, artinya peserta didik yang telah melakukan pembelajaran secara online dapat mengetahui apakah dirinya telah menguasai materi pembelajaran dengan cara mengikut layanan assesment secara online, 
(4) memberikan layanan collaborative learning, artinya aplikasi ini menyediakan layanan kolaborasi pembelajaran antara pendidik dengan pendidik, pendidik dengan peserta didik, maupun antara peserta didik, 
(5) menyediakan layanan training resources management, artinya aplikasi ini menyediakan layanan pengelolaan sumber daya pelatihan secara terkomputerisasi. 

Dari karateristik dasar tersebut dapat dikembangkan fitur-fitur aplikasi sebagai berikut: 
(1) Sharing material. Konten pembelajaran yang dikembangkan pendidik dapat dengan mudah sampai ke tangan pendidik lain dan peserta didik, 
(2) forum dan chat. Fitur komunikasi anatara pendidik dengan peserta didik maupun antar peserta didik. Sifat komunikasi pada forum tidaklah interaktif, sedangkan chat bersifat interaktif, 
(3) recording grades. Fitur aplikasi yang mampu melacak dan mengelolah nilai peserta didik sesuai dengan konfigurasi yang dilakukan oleh pendidik (Sukari, 2014). 
Interaktif pembelajaran dengan menggunakan komputer mengikuti 3 unsur, yaitu: 
(1) Urutan-urutan instruksional yang dapat disesuaikan, 
(2) respon atau pekerjaan siswa, dan 
(3) umpan balik yang dapat disesuaikan (Arsyad, 2007). 
Pembelajaran menggunakan komputer seperti program eXe learning, materi dapat disajikan dalam bentuk tutorial dan disertai soal latihan pilihan ganda. Program eXe learning merupakan singkatan dari elearning XHTML editor, yaitu sebuah program yang digunakan untuk membuat bahan ajar berbasis Web yang dirancang untuk menyampaikan bahan ajar menjadi lebih mudah dan menarik. Pada program eXe learning, guru dapat membuat bahan ajar berbasis Web tanpa perlu mengetahui tentang HTML, bahkan lebih mudah dibandingkan Web editor seperti MsFrontpage. Dalam program eXe learning, guru hanya membuka halaman eXe learning, kemudian mengisi dengan teks, gambar, video selanjutnya secara otomatis terbentuk daftar isi yang link ke semua halaman (Purnomo,2007). 

6. Contoh e-learning dalam pembelajaran kimia
Bagaimana pembelajaran Kimia Polimer berbasis e-learning?
            Sesuai dengan pengertian awam, e-learning yang dimaksudkan di sini adalah suatu pembelajaran yang menggunakan jaringan komputer (intranet/Internet) dengan dukungan teknologi Web sebagai media deliveri materi dan komunikasi. Sistem pembelajaran ini dapat digunakan sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar tatap muka maupun digunakan sebagai bentuk pembelajaran mandiri. Secara garis besar, teknis pelaksanaan e-learning dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:
(1) hanya menggunakan media Web biasa, dan
(2) menggunakan software khusus e-learning berbasis Web yang sering disebut dengan istilah learning management system (LMS).
Pada cara pertama, materi-materi pembelajaran disajikan pada sebuah situs Web. Siapapun dapat mengakses materi secara bebas atau dibatasi dengan password (seperti model langganan majalah/jurnal). Komunikasi bisanya dilakukan menggunakan e-mail atau forum diskusi khusus. Dalam hal ini biasanya tidak terdapat fasilitas portofolio, sehingga dosen tidak memiliki informasi siapa yang telah mengakses materi tertentu dan kapan akses dilakukan. Yang diperlukan untuk menggunakan pendekatan ini hanyalah sebuah server Web.   Pada cara kedua, selain diperlukan server Web juga diperlukan sebuah software (LMS) yang berfungsi untuk mengelola e-learning.
Software (sistem) LMS biasanya mempunyai fasili- 7 tas-fasilitas yang berfungsi untuk
(1) administrasi mahasiswa,
(2) penyajian materi,
(3) komunikasi,
(4) pencatatan (portofolio),
(5) evaluasi, bahkan
(6) pengembangan materi.

Berbeda dengan akses ke Web biasa, akses ke LMS biasanya memerlukan nama user dan password, dan biasanya hanya dosen dan mahasiswa yang terdaftar yang dapat melakukannya. Sistem LMS akan mencatat semua aktivitas yang dilakukan mahasiswa selama mereka masuk ke dalam sistem e-learning. Gambar 3 menyajikan diagram arsitektur sistem e-learning berbasis LMS (diadopsi dari Kojhani, 2004).

Sistem e-learning terdiri atas beberapa komponen, yakni:
(1) komputer server yang dilengkapi dengan server Web dan software LMS (learning management system) dan software pendukung lain,
(2) infrastruktur jaringan yang menghubungkan komputer klien ke server,
(3) komputer klien tempat mahasiswa dan dosen mengakses kelas online, dan
(4) bahan-bahan ajar yang disiapkan oleh dosen dan dimasukkan ke dalam kelas online.
Sesuai dengan model di atas, komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun sistem e-learning meliputi:
(1) hardware server dengan spesifikasi yang memadai
(2) software untuk server: sistem operasi, server Web, dan server e-learning (LMS, learning management system), serta software-software pendukung lainnya (misalnya PHP, MySQL) (3) komputer klien dengan spesifikasi dan cacah yang memadai untuk akses ke sistem elearning secara online
(4) software-software untuk komputer klien: sistem operasi, browser Internet untuk mengakses server, software aplikasi dan authoring untuk mengembangkan materi pembelajaran oleh dosen dan mengerjakan tugas-tugas oleh mahasiswa
(5) infrastruktur jaringan LAN dan Internet yang diperlukan untuk mengakses sistem perkuliahan online.
 Melalui sistem e-learning mahasiswa dapat membaca materi kuliah, mencoba demonstrasi dan simulasi, membaca tugas-tugas dan mengirim jawabannya, Infrastruktur Software Server E-learning Bahan ajar Server Web Mahasiswa/Dosen Infrastruktur Hardware 8 berkomunikasi dengan sesama mahasiswa dan dosen. Setelah infrastruktur pendukung e-learning siap, langkah yang paling penting adalah melakukan persiapan dan melaksanakan kuliah online yang dipadukan dengan kuliah tatap muka. Di sini peran dosen sangatlah penting sebagai pengembang materi belajar dan fasilitator kegiatan pembelajaran. Sistem e-learning atau LMS hanyalah sebuah alat. Pemanfaatannya sangat tergantung pada dosen sebagai pengelola kelas. Dalam pengelolaan kelas secara online dosen harus menyiapkan bahan-bahan ajar yang akan disajikan secara online dan melakukan komunikasi secara online menggunakan fasilitas-fasilitas tersedia pada LMS. 

Permasalahan:
  • ·        Apakah e-learning bisa dimanfaatkan untuk semua materi pelajaran kimia?
  • ·        Seberapa efektif penggunaan e-learning pada pembelajaran kimia?
  • ·     Bagaimana cara mengatasi permasalahan seperti masih kurangnya pengetahuan guru dalam memanfaatkan komputer serta bagaimana cara meningkatkan kreatifitas seorang guru dalam memanfaatkan e-learning?


Daftar Pustaka
http://jurnal-online.um.ac.id/data/artikel/artikelB222663265A80590716499B3118E7E43.pdf
http://halizaagusriyaniputri.blogspot.co.id/2017/02/pengertian-e-learning-e-learning-adalah.html
https://anzdoc.com/penerapan-spbm-yang-diintegrasikan-dengan-program-exe-learning-terhadap-motivasi-hasil-belajar-mahasiswa-pada-mata-kuliah-kimia-dasar

16 komentar:

  1. Saya akan mencoba menjawab permasalahan yang nomor 3.
    Cara mengatasinya bisa dengan melakukan pelatihan untuk pendidik dan memanajeman dalam pemanfaatan media pembelajaran berupa komputer. Meningkatkan kualitas dan kecakapan guru dalam memenfaatkan media pembelajaran (komputer), selain juga membentuk sistem mental bagi semua guru untuk memanfaatkan media pembelajaran secara profesional dan sadar. Yang terpenting adalah menulis mindset berfikir untuk mempelajari menggunakan komputer. Fungsi pelatihan adalah membantu pendidik dalam menemukan pengetahuan dan pengembangan dalam memproduksi dan mengembangkan media pembelajaran berupa komputer tersebut.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yang ketiga.
    Kurangnya pengetahuan guru terhadap komputer dapat diatasi dengan :
    1. Mengirim guru untuk mengikuti kegiatan pelatihan, penataran, seminar dan workshop mengenai TIK.
    2. Mengadakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi bagi seluruh guru dengan mendatangkan nara sumber.
    3. Mendorong guru untuk melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan sebagaimana ditentukan pemerintah.
    4. Melengkapi berbagai sarana dan media yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran.
    5. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi dan metode, meskipun tidak semua sekolah mampu melaksanakan secara efektif.
    6. Mengadakan studi banding ke sekolah lain yang dipandang lebih maju.

    Dalam setiap kebijakan pemerintah untuk memajukan pendidikan, selalu diikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Tetapi berbagai kegiatan tersebut hanya menambah pengetahuan guru dan kurang mampu merubah cara pemikiran apalagi perilaku. Kebanyakan guru masih memiliki pemikiran, bahwa proses pembelajaran adalah sekedar menyampaikan materi pelajaran, sehingga perubahan kurikulum kurang mampu merubah proses pembelajaran.
    Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dalam meningkatkan penguasaan TIK adalah meliputi kegiatan pembelajaran secara tatap muka teori dan praktek serta kegiatan field work (guru memantapkan hasil kegiatan pembelajarannya melalui implementasi langsung sebagai tugas mandiri / kelompok di lapangan atau laboratorium. Pembelajaran meliputi pembelajaran individual dan kelompok yang di dalamnya mempelajari modul dan melaksanakan tugas mandiri yang terstruktur. Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan nantinya guru akan dapat mencapai target kompetensi dalam penguasaan TIK bagi guru.
    kreativitas guru dalam pemanfaatan media pembelajaran dapat disimpulkan, yaitu: (1) Kreativitas guru dalam memanfaatkan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran suatu mata pelajaran biasanya, guru hanya menggunakan media berupa buku, papan tulis dan spidol. Akan tetapi dalam merancang atau mendesain media sendiri yang berhubungan dengan materi pelajaran guru belum bisa melakukannya, berarti guru akidah ahklak belum begitu kreatif dalam menciptakan media pebelajaran yang baru, (2) Media yang digunakan guru dalam pelajaran suatu mata pelajaran adalah media cetak yaitu buku cetak, media gambar, media elektronik (audio visual), media pajang dan media strip
    story, dan (3) Kendala yang dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran suatu mata pelajaran biasanya adalah kurangnya fasilitas media pembelajaran di sekolah terutama media yang
    bkreativitas guru dalam pemanfaatan media pembelajaran
    dapat disimpulkan, yaitu: (1) Kreativitas guru dalam memanfaatkan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran suatu mata pelajaran biasanya, guru hanya menggunakan media
    berupa buku, papan tulis dan spidol. Akan tetapi dalam merancang atau mendesain media sendiri yang berhubungan dengan materi pelajaran guru belum bisa melakukannya, berarti
    guru akidah ahklak belum begitu kreatif dalam menciptakan media pebelajaran yang baru, (2) Media yang digunakan guru dalam pelajaran suatu mata pelajaran adalah media cetak (3) Kendala yang dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran suatu mata pelajaran biasanya adalah kurangnya fasilitas media pembelajaran di sekolah terutama media yang
    berkenaan dengan materi pelajaran, selain dari pada media ICT, kurangnya atau keterbatasan ilmu guru dalam memahami teknik menggunakan media dalam proses pembelajaran
    terutama media ICT. Kendala lain adalah keterbatasann waktu dalam pembelajaran, sehingga
    tidak terkafernya guru dalam memberikan materi pelajaran seluruhnya siswa.

    BalasHapus
  3. Saya akan menjawab permasalahan yg pertama, yg mana manfaat e-learning yaitu:
    1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity).
    Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity).
    2.Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Dsb.
    Dipilihnya e-learning dalam pemecahan
    masalah yang berhubungan dengan
    peningkatan kualitas pembelajaran pada
    mata pelajaran kimia karena dapat
    mempermudah interaksi antara peserta
    didik dengan materi pelajaran, demikian
    juga interaksi antara peserta didik dengan
    guru maupun antara sesama peserta didik
    baik dari segi situasi, kondisi, waktu
    maupun tempat. Hal ini dikarekan
    pembelajaran dengan e-learning ini tidak
    hanya dapat dilaksanakan di jam sekolah
    saja, tetapi bisa juga diluar jam sekolah. Contohnya,Model pengembangan Borg dan Gall
    serta tahapan penelitian pengembangan.
    Pada penelitian pengembangan ini
    digunakan model pengembangan Borg &
    Gall (1983) dimana memiliki tujuan utama
    yaitu sebagai pengembangan produk dan
    pengujian keefektifan produk dalam
    mencapai tujuan dalam penelitian. Tujuan
    utama merupakan fungsi daripengembangan dan tujuan kedua
    merupakan validasi produk.Tahapan untuk penelitian dan
    pengembangan pembelajaran perangkat
    ajar ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap
    pendahuluan, tahap studi pengembangan,
    dan tahap evaluasi.

    BalasHapus
  4. Selamat pagi. Saya akan menjawab permasalahan no 3 .Mendidik anak dengan memberikan pengarahan dan motivasi untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang;
    b) Memberi fasilitas, media, pengalaman belajar yang memadai;
    c) Membantu mengembangkan aspek-aspek kepribadian siswa, seperti sikap, nilai-nilai, dan penyesuaian diri.
    Demikianlah dalam proses belajar mengajar, guru tidak terbatas hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian murid. Ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang murid untuk belajar aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.
    Mengingat peranannya yang begitu penting, maka guru dituntut untuk memiliki pemahaman dan kemampuan secara komprehensif tentang kompetensinya sebagai pendidik. Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, seperti yang di ungkapkan oleh Brand dalam Educational Leadership menyatakan bahwa hampir semua usaha reformasi pendidikan seperti pembaharuan kurikulum dan metode pembelajaran, semua bergantung kepada guru. Tanpa penguasaan materi dan strategi pembelajaran, serta tanpa dapat mendorong siswanya untuk belajar bersungguh-sungguh, segala upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Dengan cara memanfaatkan mulltimedia yang ada, berfikir sekreatif mungkin agar media yang ada dapat di cerna oleh peserta didik dengan baik.

    BalasHapus
  5. Marta. Saya akan membantu menjawab pertanyaan anda yaitu bisa karena Pembelajaran yang hanya dilakukan di kelas memiliki beberapa kelemahan, di antaranya sumber belajar terbatas, pembelajaran kurang efektif, dan tidak mampu mengakomodasi gaya dan kecepatan belajar siswa. Gaya belajar adalah suatu cara atau strategi seseorang dalam mengelola informasi. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju dengan
    mengembangkan media pembelajaran yang dapat mengakomodasi perbedaan gaya dan kecepatan belajar siswa. terlebih lagi dalam pembelajaran kimia sangat diperlukan media agar materi kimia yang cenderung susah dipahami oleh siswa dapat terbantu dengan adanya media yang
    mendukung. Oleh karena itu diperlukan sebuah media yang mampu memberikan nuansa baru dalam pembelajaran, memberikan beragam sumber belajar yang dapat diakses setiap saat oleh siswa, sehingga mampu mengakomodasi gaya dan kecepatan belajar siswa.

    BalasHapus
  6. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
    Menurut saya e-learning akan membuat pembelajaran lebih efektif jika didigunakan bersama dengan pembelajaran formal tatap muka antara guru dan siswa. Jadi kerika disekolah guru menerangkan didepan tentang suatu Reaksi kimia maka siswa akan lebih paham jika belajar sendiri di internet apalagi siswa belum tau nika mana website yang baik. Setidaknya ketika guru sudah menjelaskan maka ketika siswa belajar lagi lewat internet maka sidwa akan bisa memilah aman website yang betul mana yang salah. Dengan begitu sidwa dapat mengulang lagi pembelajaran dan dapat melihat gambar atau video yang menerangkap tentang reaksi kimia yang telah dijelaskan oleh gurunya.
    Jadi siswa lebih punya waktu banyak untuk belajar disekolah dan mengulangnya dirumah. Hal ini tentu akan membuat pembelajaran lebih efektif

    BalasHapus
  7. Syaa akn mencoba menjawab permasalahan.no 2 .. menurut sya seorang guru memang diharuskan memperlajari IT .. karena seorang guru tidak mngkin hanya menggunakan buku untuk mengajar

    BalasHapus
  8. Saya akan menjawab permasalahan anda yang kedua mungkin sekitar 60% karena tidak semua pembelajaran kimia dengan menggunakan e learning itu efektif karena materi hitungan itu sulit dijelaskan dan dipahami jika tidak tatap muka langsung

    BalasHapus
  9. Selamat pagi. Saya akan menjawab permasalahan no 3 .Mendidik anak dengan memberikan pengarahan dan motivasi untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang;
    b) Memberi fasilitas, media, pengalaman belajar yang memadai;
    c) Membantu mengembangkan aspek-aspek kepribadian siswa, seperti sikap, nilai-nilai, dan penyesuaian diri.
    Demikianlah dalam proses belajar mengajar, guru tidak terbatas hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian murid. Ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang murid untuk belajar aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.

    BalasHapus
  10. Saya rasa sudah sangat efektif karna guru bisa mengirimkam video materi seperti materi redoks atau larutan asan basa dan garam..dan menghadirkan contoh nya..saya rasa siwsa akan paham dan bisa membedakan mana larutan yang bersifat asam.basa.dan garam

    BalasHapus
  11. saya ingin menanggapi permasalahn saudari dimana Apakah e-learning bisa dimanfaatkan untuk semua materi pelajaran kimia? maka jawaban saya adalah iya. namun untuk segi keefektifannya untuk semua materi berbeda-beda dikarenakan terdapat beberapa materi yang diajarkan lebih baik dipraktekkan seperti pada praktikum kimia itu lebih baik diujicobakan daripada sekedar belajar secara teorinya

    BalasHapus
  12. Beberapa media pendidikan yang sering dipergunakan dalam proses belajar-mengajar diantaranya media cetak, elektronik, model, sketsa, peta dan diagram (Silalahi, 2006). Heinich, dkk (2005) menyatakan media komputer program e-learning dapat dirancang dan dimanfaatkan sehingga menjadikan pembelajaran yang mengedepankan masalah dan melatih kemampuan siswa memecahkan masalah dan mencari solusinya. Kemudian menurut Mafenya (2013) e-learning efektif dan dapat meningkatkan pendidikan dimana e-learning tersebut dirancang dengan baik dan proses pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penggunaan media pembelajaran tidak dapat diaplikasikan tanpa adanya strategi pembelajaran, sehingga perlu kombinasi antara strategi pembelajaran yang sesuai dengan media pembelajaran (Yusri dan Ratna, 2008). Mafenya, (2013) menyatakan e-learning berhasil disampaikan dalam konteks dirancang dengan baik dan harus menggunakan strategi pembelajaran.

    BalasHapus
  13. Baik saya akan mencoba menjawab. Menurut saya e-learning bisa untuk diterapkan pada semua pembelajaran kimia. Walaupun pembelajaran itu materinya tentang reaksi-reaksi. Tetapi disini guru bisa mengirimkan video tentang penjelasan reaksi tersebut di sertai dengan gambar-gambarnya.

    BalasHapus
  14. Terimakasih materinya cukup membantu

    BalasHapus
  15. Seefektif mahasiswa dan gurunya yg menjalin interaksi 2 arah

    BalasHapus
  16. Menurut saya bisa tergantung bagaimana guru mengimplikasikannya.

    BalasHapus