Prinsip Dasar Multimedia
Pembelajaran

Semakin berkembangnya zaman,
proses belajar mengajar di sekolah pun semakin mengalami kemajuan. Multimedia
pembelajaran memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Media
pembelajaran tidak hanya dapat digunakan sebagai alat bantu saja, namun media
pembelajaran juga digunakan sebagai alat untuk mempermudah peserta didik dalam
menyerap informasi yang disampaikan. Pemilihan media yang sesuai akan
meringankan pekerjaan pendidik dan juga meningkatkan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran tidak boleh
digunakan secara sembarangan. Ada kiat dan prinsip tertentu yang harus
diperhatikan agar multimedia pembelajaran dapat memberikan hasil atau manfaat
yang optimal guna tercapainya tujuan pendidikan.
A. Prinsip
dan Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam pemilihan media
pembelajaran menurut Sanaky (2009: 6), pertimbangan media yang akan
digunakan dalam pembelajaran menjadi pertimbangan utama, karena media yang
dipilih harus sesuai dengan:
o Tujuan
pembelajaran
o Bahan
pelajaran
o Metode pengajaran
o Tersedia
alat yang dibutuhkan
o Pribadi
pengajar
o Minat dan
kemampuan siswa
o Situasi
pengajaran yang berlangsung
Azhar Arsyad (2006: 75-76) Ia memberikan
beberapa kriteria pemilihan media pembelajaran yang layak harus memperhatikan beberapa
hal, antara lain:
a. Media
yang digunakan harus sesuai dengan hasil yang ingin dicapai.
b. Isi
dari media harus tepat untuk mendukung materi pelajaran.
c. Media
sebaiknya praktis, luwes dan bertahan.
d. Guru
terampil menggunakan media tersebut.
e. Pengelompokan
sasaran.
f. Mutu
teknis.
B. Tahapan merancang multimedia untuk pembelajaran
Sebelum membahas lebih mendalam tentang
prinsip-prinsip desain multimedia ada tahapan yang penting diketahui
terlebih dahulu tentang rancangan pesan multimedia pembelajaran. Pesan-pesan
multimedia hendaknya dirancang dengan mengikuti cara belajar manusia (cara otak
bekerja). Richard E. Mayer (2009) menyatakan pesan multimedia yang dirancang
dengan tata cara otak manusia bekerja akan lebih mungkin pembelajaran menjadi
lebih bermakna dibandingkan dengan pesan multimedia yang tidak dirancang dengan
mengikuti cara kerja otak manusia. Oleh karena itu Richard E. Mayer menawarkan
lima tahapan dalam merancang pesan multimedia yaitu;
(1) Memilih kata-kata yang relevan dari teks dan narasi yang
tersaji,
(2) Memilih gambar-gambar yang relevan dari ilustrasi yang
tersaji,
(3) Mengatur kata-kata yang terpilih kedalam represendasi verbal
yang koheren,
(4)Mengatur
gambar-gambar yang tersaji kedalam representasi visual yang koheren, dan
(5) Memadukan representasi verbal dan representasi visual secara
koheren.
C. Prinsip-prinsip Multimedia untuk
Pembelajaran
Presentasi informasi dalam format multimedia dengan visualisasi animasi dapat mempromosikan pemahaman peserta didik bila digunakan dengan cara yang konsisten dengan teori kognitif pembelajaran dengan multimedia (Mayer & Moreno, 2002). Oleh karenanya, mereka menggarisbawahi 7 (tujuh) prinsip/panduan presentasi informasi dalam format multimedia animasi :
1. Prinsip multimedia : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi (audio) daripada hanya dengan narasi saja.
2. Prinsip persinggungan ruang (spatial contiguity) : peserta didik belajar lebih baik bila kata-kata (teks) disajikan dekat dengan porsi gambar animasi yang relevan.
3. Prinsip pertalian logis (coherence) : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi bila kata-kata (teks), suara, dan gambar yang berlebihan atau tidak relevan dikeluarkan daripada dimasukkan ke dalam materi.
4. Prinsip modalitas : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks di layar (visual).
5. Prinsip redundansi : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi, narasi, dan teks di layar.
6. Prinsip persinggungan sementara (temporal contiguity) : peserta didik belajar lebih baik bila porsi yang berhubungan narasi dan animasi disajikan pada waktu yang sama (bersamaan) daripada berturut-turut.
7. Prinsip personalisasi : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi dengan gaya percakapan daripada gaya formal.
Dalam Clark & Mayer (2008), dua prinsip contiguity spatial dan temporal digabungkan menjadi satu, yaitu prinsip contiguity (sebagai prinsip nomor 2). Prinsip penggantinya adalah prinsip segmentasi, peserta didik belajar lebih baik bila tersedia fasilitas untuk mengelola pemrosesan yang esensial guna menghindari beban berlebih (overloading) pada sistem kognitifnya (misalnya melalui tombol stop, previous, dan next). Pada kondisi tersebut, materi atau konten pembelajaran dipresentasikan dalam segmen-segmen yang dapat dikelola oleh peserta didik (disebut juga prinsip interaktivitas). Sementara pada prinsip pre-training, peserta didik belajar lebih baik bila diberikan sesi orientasi materi secara cepat (dengan menjelaskan konsep-konsep kunci yang relevan) terkait materi/konten yang dibelajarkan sebelum presentasi dimulai. Kondisi tersebut diperlukan guna mengaktifkan pengetahuan awal /sebelumnya (prior knowledge).
Untuk memperoleh multimedia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memiliki kualitas tampilan yang baik maka desain pesan multimedia perlu dipadukan dengan prinsip-prinsip desain multimedia. Lebih lanjut Richard E. Mayer (2009) menyebutkan tujuh prinsip desain multimedia untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan belajar siswa. Prinsip-prinsip tersebut telah dibuktikan melalui penelitian oleh Richard E Mayer dengan menggunakan tes retensi (mengingat) dan tes transfer (memahami).
1. Prinsip multimedia
Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada hanya kata-kata saja. Apabila pengembang multimedia pembelajaran menginginkan peningkatan pemahaman dan meningkatkan mutu desain multimedia maka sajian multimedia hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan diikuti dengan sajian gambar.
2. Prinsip keterdekatan ruang (spatial contiguity principle)
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar terkait disajikan secara berdekatan daripada saat disajikan saling berjauhan dalam halaman atau layar slide. Gambar dan kata-kata yang disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang berjauhan akan menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa jadi bias makna yang disebabkan teks dan gambar yang berjauhan tersebut.
3. Prinsip keterdekatan waktu
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk meningkatkan pemehaman siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen bukan bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan terjadi kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental antara representasi verbal dan representasi visual tidak terjadi.
4. Prinsip Koherensi
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra/tambahan dibuang daripada dimasukkan. Unsur-unsur tambahan yang tidak perlu sebaiknya dihilangkan dalam tampilan on-screen, karena unsur tambahan tersebut akan mengalihkan perhatian siswa dari materi yang penting, bisa menggangu proses penataan materi, dan dapat menggiring siswa pada materi yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.
5. Prinsip modalitas
Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks on-screen. Gambar-gambar dan kata-kata sama disajikan secara visual (yakni sebagai animasi dan teks) akan menyebabkan saluran visual/pictorial kelebihan beban sebaliknya saluran auditori/verbal tidak termanfaatkan. Oleh karena itu dalam pengembangan multimedia saluaran visual dan auditori digunakan secara seimbang.
6. Prinsip redundansi
Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi, narasi dan teks on-screen. Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual yakni animasi dan teks akan menyebabkan saluran visual kelebihan beban sehingga pemrosesan informasi kurang maksimal.
7. Prinsip perbedaan individual
Pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengatahuan rendah daripada siswa berpengetahuan tinggi, dan siswa berkemampuan spatial tinggi lebih baik daripada siswa berspasial rendah. Penggunaan multimedia sebaiknya digunakan pada siswa yang belum mempelajari materi bukan untuk mengulang (remidi), sebab siswa yang memiliki pengetahuan kurang tertarik pada unsur-unsur multimedia. Begitu juga siswa yang kemampuan spasial rendah juga tidak begitu tertarik dengan tampilan multimedia.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard
E. Mayer menunjukan bahwa peserta didik memiliki potensi belajar yang
berbeda-beda. Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang
dapat diterapkan di pembelajaran.
1. Prinsip
Multimedia
Siswa belajar lebih baik dari gambar dan kata
dari pada sekedar kata-kata saja.
2. Prinsip
Kesinambungan Spasial
Siswa belajar lebih baik ketika kata dan
gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan
berjauhan atau terpisah.
3. Prinsip
Kesinambungan Waktu
Siswa belajar lebih baik ketika kata dan
gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan
bergantian atau setelahnya.
4. Prinsip
Koherensi
Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata,
gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak
digunakan.
5. Prinsip
Modalitas Belajar
Siswa belajar lebih baik dari animasi dan
narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar.
6. Prinsip
Redudansi
Siswa belajar lebih baik dari animasi dan
narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar
(redundan).
7. Prinsip
Personalisasi
Siswa belajar lebih baik dari teks atau
kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang
lebih bersifat formal.
8. Prinsip
Interaktivitas
Siswa belajar lebih baik ketika ia dapat
mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi,
game, branching).
9. Prinsip
Sinyal
Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata,
diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang
disajikan.
10. Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi
mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka
yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka
yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya.
11. Prinsip Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk
belajar, kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar
dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12. Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan
belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari
animasi dan teks pada layar.
Kesimpulannya penggunaan
multimedia (kombinasi antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi,
simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar.
D. Prinsip-Prinsip
Dalam Penggunaan Media Pembelajaran
Dalam proses belajar mengajar seorang guru belum
cukup apabila hanya mengetahui kegunaan dan mengetahui penggunaan media
pembelajaran, melainkan harus mengetahui dan terampil bagaimana cara menggunakannya.
Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa prinsip/kriteria penggunaan media yang
perlu dipedomani oleh guru dalam proses belajar mengajar yaitu :
- Ketepatan dengan tujuan pembelajaran,
artinya media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional
yang telah ditetapkan
- Dukungan terhadap isi bahan
pembelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip yang
sangat memerlukan bantuan media agar mudah dipahami siswa
- Kemudahan memperoleh media, artinya
media yang diperlukan mudah memperolehnya, setidak-tidaknya dapat dibuat
oleh guru pada saat mengajar atau mungkin sudah tersedia di sekolah
- Keterampilan guru dalam menggunakan
media, apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru harus
dapat menggunakan dalam proses pembelajaran
- Tersedianya waktu untuk
menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa pada
saat pelajaran berlangsung
- Sesuai dengan taraf berfikir siswa
sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami siswa.
Permasalahan :
1. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer menunjukan bahwa peserta didik memiliki potensi belajar yang berbeda-beda sehingga terbentuklah 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di pembelajaran berdasarkan karakter peserta didik masing-masing, lalu bagaimana cara pendidik dalam menerapkan prinsip multimedia tersebut ditengah keragaman karakter peserta didik?
2. Bagaimana cara menerapkan prinsip multimedia dengan baik dengan memanfaatkan waktu yang terbatas mengingat begitu banyak materi yang harus diajarkan berdasarkan kurikulum yang ada namun tetap dapat mencapai tujuan yang diharapkan?
Daftar Pustaka
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/deni-hardianto-mpd/penerapan-prinsip-desain-multimedia-untuk-pembelajaran.pdf
https://christianyonathanlokas.wordpress.com/2013/10/09/pemilihan-dan-pengembangan-media-pembelajaran/
http://yetipriyana14.blogspot.co.id/2017/02/prinsip-dasar-multimedia-pembelajaran.html
https://books.google.co.id/books?id=8exDDwAAQBAJ&pg=PT209&lpg=PT209&dq=prinsip+dasar+multimedia+pembelajaran&source=bl&ots=SzhtvYoxgJ&sig=yEtSbE17f5xESqW9woEtW9SgCrI&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjHmNPl6pbaAhUN5bwKHWZeCrA4MhDoAQhKMAU#v=onepage&q=prinsip%20dasar%20multimedia%20pembelajaran&f=false
Siang.. Baik lah saya akan mencoba menanggapi permasalahan anda.
BalasHapusMenurut pendapat saya dalam menerapkan multimedia pembelajaran guru harus memahami dengan benar dulu prinsip dari multimedia itu sendiri karna pada dasarnya multimedia pembelajaran itu berlandaskan pada prinsip2 tersebut diatas jadi apabila guru hanya sekedar menerapkan saja maka dikhawatirkan akan terjadi kesalahan dari mengaplikasikan media tersebut.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yg kedua yaitu dalam memnfaatkan waktu dalam proses belajar dengan menggunakan media pembelajaran maka siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk
BalasHapusmeningkatkan pemehaman siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan
secara berbarengan dalam on-screen bukan bergantian sebab jika disajikan
secara bergantian dapat menyebabkan terjadi kesalahan dalam memproses
informasi yaitu hubungan mental antara representasi verbal dan
representasi visual tidak terjadi.
Semoga membantu.
Baiklah saya akan menambahkan jawaban dari permasalahan nomor 2.
BalasHapusMenurut saya, guru dapat menggunakan prinsip keterdekatan waktu. Dimana dengan digunakannya prinsip ini guru diharapkan mampu memanfaatkan multimedia yang ada dengan cara memangkas kata kata yang panjang menjadi narasi dan menyajikan gambar gambar yang terkait berbarengan bersama narasi. Sehingga hasilnya, siswa mampu menyerap ilmu yang diajarkan dengan lebih baik dan tujuan pembelajaran pun dapat tercapai dengan maksimal.
Terimakasih
Saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari marta , seperti yang kita tahu bahwa setiap siswa memiliki kemampuan perfikir yang berbeda-beda, minat yang berbeda-beda, serta sifat dan bakar dalam pembelajaran yang berbeda-beda. Jadi hendaknya guru harus bisa membuat multimedia yang bisa mencakup semua siswa tersebut. Karena multimedia merupakan gabungan dari media-media tentu berarti bukan hanya satu media. Jadi dalam multimedia mungkin ada sisea yang lebih mengerti jika dengan gambar, ada yang lebih mengerti dengan video, ada yang mengerti dengan teks, maka guru harus bisa menggabungkan hal tersebut, namun jangan berlebihan, buat sesederhana mungkin sehingga multimedia tersebut tidak rumit agar dapat dipahami siswanya
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan no 2. Terlebih dahulu guru harus memahami prinsip tersebut agar bisa menyesuaikan dengan waktu dan materi yang diajrkan, tidak apa2 menurut saya jika semua materi tidak bisa tersampaikan asalakan 80% bisa disampaikan dengan baik dan bisa dipahami dan dimengerti siswa
BalasHapusSiang.. Baik lah saya akan mencoba menanggapi permasalahan anda.
BalasHapusMenurut pendapat saya dalam menerapkan multimedia pembelajaran guru harus memahami dengan benar dulu prinsip dari multimedia itu sendiri karna pada dasarnya multimedia pembelajaran itu berlandaskan pada prinsip2 tersebut diatas jadi apabila guru hanya sekedar menerapkan saja maka dikhawatirkan akan terjadi kesalahan dari mengaplikasikan media tersebut.
Saya sedikit menambhakna permasalahan nomer 1
BalasHapusSelain itu, keragaman juga berkaitan dengan kekhasan dan kebutuhan yang berbeda tiap daerah sehingga kurikulum perlu disesuaikan dengan hasil analisis potensi kawasan. Ciri khas karakteristik jenis pendidikan perlu dipertimbangkan dalam merancang struktur dan muatan kurikulum. Demikian juga karakteristik satuan pendidikan yang berbeda perlu menyusun struktur dan muatan kurikulum yang relatif beragam disesuaikan dengan karakteristik yang dimiliki. Selanjutnya, makna terpadu berkaitan dengan rancangan kurikulum harus meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna. Selain itu, keterpaduan juga berkaitan dengan keterpaduan program yang mendukung pelaksanaan kurikulum
Untuk permasalahan yg kedua yaitu sebelum pembelajaran sebaiknya disusun dahulu rencana pembelajrannya
BalasHapusPermasalahan no 2. Kita harus kreatif dan pandai2 memilih kalimat yg akan di sampaikan sehingga penjelasan kita berjalan dengan waktu yg efisien. Gak kurang gak lebih.
BalasHapusPermasalahan no.2 kita sebagai seorang guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam meefektifkan waltu yang sedikit dengan menggunakan media kita bisa lebih menghemat waktu karena anak bisa lebih cepat mengerti jika menggunakan media
BalasHapus