Sabtu, 31 Maret 2018

Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran

Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran

Semakin berkembangnya zaman, proses belajar mengajar di sekolah pun semakin mengalami kemajuan. Multimedia pembelajaran memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran tidak hanya dapat digunakan sebagai alat bantu saja, namun media pembelajaran juga digunakan sebagai alat untuk mempermudah peserta didik dalam menyerap informasi yang disampaikan. Pemilihan media yang sesuai akan meringankan pekerjaan pendidik dan juga meningkatkan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran  tidak boleh digunakan secara sembarangan. Ada kiat dan prinsip tertentu yang harus diperhatikan agar multimedia pembelajaran dapat memberikan hasil atau manfaat yang optimal guna tercapainya tujuan pendidikan.

A. Prinsip dan Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam pemilihan media pembelajaran menurut Sanaky (2009: 6), pertimbangan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menjadi pertimbangan utama, karena media yang dipilih harus sesuai dengan:
o  Tujuan pembelajaran
o  Bahan pelajaran
o  Metode pengajaran
o  Tersedia alat yang dibutuhkan
o  Pribadi pengajar
o  Minat dan kemampuan siswa
o  Situasi pengajaran yang berlangsung
 Azhar Arsyad (2006: 75-76) Ia memberikan beberapa kriteria pemilihan media pembelajaran yang layak harus memperhatikan beberapa hal, antara lain:
a.    Media yang digunakan harus sesuai dengan hasil yang ingin dicapai.
b.    Isi dari media harus tepat untuk mendukung materi pelajaran.
c.    Media sebaiknya praktis, luwes dan bertahan.
d.   Guru terampil menggunakan media tersebut.
e.    Pengelompokan sasaran.
f.     Mutu teknis.
B. Tahapan merancang multimedia untuk pembelajaran 
Sebelum membahas lebih mendalam tentang prinsip-prinsip desain multimedia ada tahapan yang penting diketahui  terlebih dahulu tentang rancangan pesan multimedia pembelajaran. Pesan-pesan multimedia hendaknya dirancang dengan mengikuti cara belajar manusia (cara otak bekerja). Richard E. Mayer (2009) menyatakan pesan multimedia yang dirancang dengan tata cara otak manusia bekerja akan lebih mungkin pembelajaran menjadi lebih bermakna dibandingkan dengan pesan multimedia yang tidak dirancang dengan mengikuti cara kerja otak manusia. Oleh karena itu Richard E. Mayer menawarkan lima tahapan dalam merancang pesan multimedia yaitu; 
(1) Memilih kata-kata yang relevan dari teks dan narasi yang tersaji, 
(2) Memilih gambar-gambar yang relevan dari ilustrasi yang tersaji, 
(3) Mengatur kata-kata yang terpilih kedalam represendasi verbal yang koheren, 
(4)Mengatur gambar-gambar yang tersaji kedalam representasi visual yang koheren, dan 
(5) Memadukan representasi verbal dan representasi visual secara koheren.  

C. Prinsip-prinsip Multimedia untuk Pembelajaran

Presentasi informasi dalam format multimedia dengan visualisasi animasi dapat mempromosikan pemahaman peserta didik bila digunakan dengan cara yang konsisten dengan teori kognitif pembelajaran dengan multimedia (Mayer & Moreno, 2002). Oleh karenanya, mereka menggarisbawahi 7 (tujuh) prinsip/panduan presentasi informasi dalam format multimedia animasi :
1.    Prinsip multimedia : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi (audio) daripada hanya dengan narasi saja.
2.   Prinsip persinggungan ruang (spatial contiguity) : peserta didik belajar lebih baik bila kata-kata (teks) disajikan dekat dengan porsi gambar animasi yang relevan.
3.   Prinsip pertalian logis (coherence) : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi bila kata-kata (teks), suara, dan gambar yang berlebihan atau tidak relevan dikeluarkan daripada dimasukkan ke dalam materi.
4.    Prinsip modalitas : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks di layar (visual).
5.    Prinsip redundansi : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi, narasi, dan teks di layar.
6.   Prinsip persinggungan sementara (temporal contiguity) : peserta didik belajar lebih baik bila porsi yang berhubungan narasi dan animasi disajikan pada waktu yang sama (bersamaan) daripada berturut-turut.
7.   Prinsip personalisasi : peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi dengan gaya percakapan daripada gaya formal.
Dalam Clark & Mayer (2008), dua prinsip contiguity spatial dan temporal digabungkan menjadi satu, yaitu prinsip contiguity (sebagai prinsip nomor 2). Prinsip penggantinya adalah prinsip segmentasi, peserta didik belajar lebih baik bila tersedia fasilitas untuk mengelola pemrosesan yang esensial guna menghindari beban berlebih (overloading) pada sistem kognitifnya (misalnya melalui tombol stop, previous, dan next). Pada kondisi tersebut, materi atau konten pembelajaran dipresentasikan dalam segmen-segmen yang dapat dikelola oleh peserta didik (disebut juga prinsip interaktivitas). Sementara pada prinsip pre-training, peserta didik belajar lebih baik bila diberikan sesi orientasi materi secara cepat (dengan menjelaskan konsep-konsep kunci yang relevan) terkait materi/konten yang dibelajarkan sebelum presentasi dimulai. Kondisi tersebut diperlukan guna mengaktifkan pengetahuan awal /sebelumnya (prior knowledge). 

Untuk memperoleh multimedia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memiliki kualitas tampilan yang baik maka desain pesan multimedia perlu dipadukan dengan prinsip-prinsip desain multimedia. Lebih lanjut Richard E. Mayer (2009) menyebutkan tujuh prinsip desain multimedia untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan belajar siswa. Prinsip-prinsip tersebut telah dibuktikan melalui penelitian oleh Richard E Mayer dengan menggunakan tes retensi (mengingat) dan tes transfer (memahami).   
1. Prinsip multimedia 
Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada hanya kata-kata saja. Apabila pengembang multimedia pembelajaran menginginkan peningkatan pemahaman dan meningkatkan mutu desain multimedia maka sajian multimedia hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan diikuti dengan sajian gambar. 
2. Prinsip keterdekatan ruang (spatial contiguity principle) 
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar terkait disajikan secara berdekatan daripada saat disajikan saling berjauhan dalam halaman atau layar slide.  Gambar  dan kata-kata yang disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang berjauhan akan menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa jadi bias makna yang disebabkan teks dan gambar yang berjauhan tersebut. 
3. Prinsip keterdekatan waktu 
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk meningkatkan pemehaman siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen bukan bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan terjadi kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental antara representasi verbal dan representasi visual tidak terjadi.   
4. Prinsip Koherensi  
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra/tambahan dibuang daripada dimasukkan. Unsur-unsur tambahan yang tidak perlu sebaiknya dihilangkan dalam tampilan on-screen, karena unsur tambahan tersebut akan mengalihkan perhatian siswa dari materi yang penting, bisa menggangu proses penataan materi, dan dapat menggiring siswa pada materi yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. 
5. Prinsip modalitas 
Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks on-screen. Gambar-gambar dan kata-kata sama disajikan secara visual (yakni sebagai animasi dan teks) akan menyebabkan saluran visual/pictorial kelebihan beban sebaliknya saluran auditori/verbal tidak termanfaatkan. Oleh karena itu dalam pengembangan multimedia saluaran visual dan auditori digunakan secara seimbang. 
6. Prinsip redundansi  
Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi, narasi dan teks on-screen. Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual yakni animasi dan teks akan menyebabkan saluran visual kelebihan beban sehingga pemrosesan informasi kurang maksimal. 
7. Prinsip perbedaan individual 
Pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengatahuan rendah daripada siswa berpengetahuan tinggi, dan siswa berkemampuan spatial tinggi lebih baik daripada siswa berspasial rendah. Penggunaan multimedia sebaiknya digunakan pada siswa yang belum mempelajari materi bukan untuk mengulang (remidi), sebab siswa yang memiliki pengetahuan kurang tertarik pada unsur-unsur multimedia. Begitu juga siswa yang kemampuan spasial rendah juga tidak begitu tertarik dengan tampilan multimedia.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer menunjukan bahwa peserta didik memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di pembelajaran.
1.      Prinsip Multimedia
Siswa belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja.
2.      Prinsip Kesinambungan Spasial
Siswa belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.
3.      Prinsip Kesinambungan Waktu
Siswa belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya.
4.       Prinsip Koherensi
Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan.
5.      Prinsip Modalitas Belajar
Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar.
6.      Prinsip Redudansi
Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
7.      Prinsip Personalisasi
Siswa belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal.
8.       Prinsip Interaktivitas
Siswa belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).
9.      Prinsip Sinyal
Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan.
10.  Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11.  Prinsip Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar, kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12.  Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.

Kesimpulannya penggunaan multimedia (kombinasi antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar.

D. Prinsip-Prinsip Dalam Penggunaan Media Pembelajaran
Dalam proses belajar mengajar seorang guru belum cukup apabila hanya mengetahui kegunaan dan mengetahui penggunaan media pembelajaran, melainkan harus mengetahui dan terampil bagaimana cara menggunakannya. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa prinsip/kriteria penggunaan media yang perlu dipedomani oleh guru dalam proses belajar mengajar yaitu  :
  1. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran, artinya media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan
  2. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip yang sangat memerlukan bantuan media agar mudah dipahami siswa
  3. Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah memperolehnya, setidak-tidaknya dapat dibuat oleh guru pada saat mengajar atau mungkin sudah tersedia di sekolah
  4. Keterampilan guru dalam menggunakan media, apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru harus dapat menggunakan dalam proses pembelajaran
  5. Tersedianya waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa pada saat pelajaran berlangsung
  6. Sesuai dengan taraf berfikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami siswa.
 Permasalahan :
1. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer menunjukan bahwa peserta didik memiliki potensi belajar yang berbeda-beda sehingga terbentuklah 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di pembelajaran berdasarkan karakter peserta didik masing-masing, lalu bagaimana cara pendidik dalam menerapkan prinsip multimedia tersebut ditengah keragaman karakter peserta didik?
2. Bagaimana cara menerapkan prinsip multimedia dengan baik dengan memanfaatkan waktu yang terbatas mengingat begitu banyak materi yang harus diajarkan berdasarkan kurikulum yang ada namun tetap dapat mencapai tujuan yang diharapkan?


Daftar Pustaka

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/deni-hardianto-mpd/penerapan-prinsip-desain-multimedia-untuk-pembelajaran.pdf

https://christianyonathanlokas.wordpress.com/2013/10/09/pemilihan-dan-pengembangan-media-pembelajaran/

http://yetipriyana14.blogspot.co.id/2017/02/prinsip-dasar-multimedia-pembelajaran.html

https://books.google.co.id/books?id=8exDDwAAQBAJ&pg=PT209&lpg=PT209&dq=prinsip+dasar+multimedia+pembelajaran&source=bl&ots=SzhtvYoxgJ&sig=yEtSbE17f5xESqW9woEtW9SgCrI&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjHmNPl6pbaAhUN5bwKHWZeCrA4MhDoAQhKMAU#v=onepage&q=prinsip%20dasar%20multimedia%20pembelajaran&f=false