Pengembangan e-Learning dalam Pembelajaran Kimia
Teknologi komputer sudah semakin
berkembang dan semakin banyak diaplikasikan
dalam dunia pendidikan terutama sebagai media
pembelajaran. Dengan media komputer guru akan
lebih mudah menyampaikan materi yang sulit
dibayangkan siswa menjadi suatu konsep yang
dapat pahami siswa. Program e-learning
merupakan salah satu media yang menggunakan
teknologi komputer yang dapat digunakan sebagai
media pembelajaran. Program e-Learning
banyak dikembangkan dengan berbagai karakteristik
dasar yakni memberikan layanan student
self service, online learning, online assessment,
collaborative learning, training resources
management (Sukari, 2014).
Dalam proses belajar mengajar motivasi
memiliki peranan yang penting terhadap pencapaian
hasil belajar. Motivasi mempunyai peranan
penting dalam belajar karena mendorong individu
untuk melakukan kegiatan belajar sehingga terjdi
perubahan perilaku untuk mencapai tujuan berupa
hasil belajar yang tinggi. Seorang siswa yang
memiliki motivasi tinggi cenderung untuk
mencurahkan segala kemampuan dan potensinya
untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu
berupa hasil belajar yang tinggi. Motivasi belajar
merupakan suatu dorongan pada diri mahasiswa
baik secara intrinsik maupun secara ekstrinsik
yang dapat menimbulkan kegiatan untuk belajar
lebih efektif (Sardiman, 2009).
Seorang dosen harus mampu menyampaikan
materi pelajaran dan mampu mengembangkan topik pelajaran sehingga tercapainya
hasil belajar mahasiswa yang optimum (Situmorang,
dkk. 2006). Para guru harus belajar untuk
menggunakan strategi dan model yang multidimensi
untuk memecahkan tantangan pendidikan
yang ada di masa depan (Lumadi dan Len, 2013).
Selanjutnya Wijaya (1992) menjelaskan guru
harus melibatkan siswa aktif dalam proses belajar
dengan memanfaatkan media pembelajaran
sebagai alat bantu untuk mengoptimalkan tujuan
pembelajaran.
Beberapa media pendidikan yang sering
dipergunakan dalam proses belajar-mengajar
diantaranya media cetak, elektronik, model,
sketsa, peta dan diagram (Silalahi, 2006).
Heinich, dkk (2005) menyatakan media komputer
program e-learning dapat dirancang dan
dimanfaatkan sehingga menjadikan pembelajaran
yang mengedepankan masalah dan melatih
kemampuan siswa memecahkan masalah dan
mencari solusinya. Kemudian menurut Mafenya
(2013) e-learning efektif dan dapat meningkatkan
pendidikan dimana e-learning tersebut
dirancang dengan baik dan proses pembelajaran
berpusat pada peserta didik.
Penggunaan media pembelajaran tidak
dapat diaplikasikan tanpa adanya strategi
pembelajaran, sehingga perlu kombinasi antara
strategi pembelajaran yang sesuai dengan media
pembelajaran (Yusri dan Ratna, 2008). Mafenya,
(2013) menyatakan e-learning berhasil disampaikan
dalam konteks dirancang dengan baik dan
harus menggunakan strategi pembelajaran.
Sanjaya, (2009) menyatakan pembelajaran berbasis
masalah menjadikan pembelajaran sebagai
suatu masalah, kemudian masalah tersebut dapat
membangkitkan ketertarikan atau rasa ingin tahu
siswa untuk aktif memecahkan masalah dengan
strategi yang diciptakan oleh siswa sendiri dengan
cara mengkaitkan pengetahuan sebelumnya
sehingga tersusun pengetahuan baru.
1. Pengertian E-Learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).
2. Karakteristik E-learning
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
3. Manfaat E-learning
Manfaat E-learning adalah:
1. Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
2. Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
3. Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
Manfaat E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
3. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
4. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
5. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
6. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
4. Kelebihan E-learning
Kelebihan E-learning ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :
1. Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video.
2. Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
3. Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
4. Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.
5. Kekurangan E-learning
Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :
1 1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
2 2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3 3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4 4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology).
5 5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
6 6. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
7 7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
8 8. Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik.
9 9. Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
1 10. Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
1 11. Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
1 12. Peserta didik dapat merasa terisolasi.
Hasil Belajar
Hasil belajar adalah sebuah kalimat yang
terdiri dari dua kata, yakni “hasil” dan “belajar”,
mempunyai arti yang berbeda. Hasil adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan,
diciptakan baik secara individual atau
kelompok. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, yang dimaksud dengan hasil adalah
hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan
dan sebagainya (Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, 1999).
Selanjutnya pengertian belajar, untuk
memahami pengertian tentang belajar berikut
dikemukakan beberapa pengertian belajar
diantaranya :
Menurut Slameto (2003), dalam bukunya Belajar
dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
bahwa belajar ialah “Suatu usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi denganlingkungannya.
Faktor penting keberhasilan pengembangan
dan implementasi hasil belajar adalah
akreditas program, kualitas kurikulum dan sumber
daya yang terlibat (Hubball, 2007). Selanjutnya
Ladyshewsky, et al (1998) menyatakan tiga jenis
penguatan yang memengaruhi hasil belajar: (1)
penguatan eksternal langsung, (2) penguatan yang
dialami sendiri, dan (3) penguatan internal.
Penguatan eksternal langsung, orang mengatur
perilaku mereka atas dasar konsekuensi yang
mereka alami secara langsung. Penguatan yang
merupakan hasil pengamatan dari pengalaman
orang lain. Penguatan yang dialami sendiri
melibatkan perilaku seseorang.
Motivasi
Belajar
Ada banyak faktor, baik intrinsik dan
ekstrinsik yang memotivasi peserta didik. Faktor-faktor
yang dapat berbeda secara signifikan dari
siswa ke siswa. Meskipun demikian guru yang
termotivasi dan antusias tentang apa yang dia
lakukan, maka ada kemungkinan yang lebih besar
siswa akan termotivasi juga. Pengaruh guru yang
bersemangat dalam pembelajaran, menciptakan
koneksi yang relevan dengan peserta didik,
menyajikan tantangan yang harus diatasi peserta
didik, dan membuat proses-mengajar menjadi
menyenangkan (Wedel, 2006).
Peserta didik lebih cenderung tertarik,
semangat, penasaran, dan senang belajar ketika
seorang guru sangat antusias. Peserta didik secara
intrinsik termotivasi untuk belajar ketika diajarkan
oleh guru yang antusias. Antusiasme guru tidak
bisa menjadi sumber utama agar peserta didik
termotivasi, tetapi merupakan cara terbaik untuk
merangsang kegembiraan, dan rasa ingin tahu
peserta didik (Patrick et al, 2000). Selanjutnya
Winkel (1986), mengemukakan motivasi adalah
daya penggerak yang telah menjadi aktif, motif
menjadi aktif pada saat tertentu, bahkan kebutuhan
untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau
dihayati.
Sardiman (2009), menyatakan motivasi
sebagai suatu perubahan energi dalam diri
seseorang yang ditandai dengan munculnya
perasaan dan didahului dengan adanya tujuan,
maka dalam motivasi terkandung tiga unsur
penting, yaitu:
1. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya
perubahan energi pada diri setiap individu
manusia, perkembangan motivasi akan
membawa beberapa perubahan energi di
dalam system “neurophysiological” yang
ada pada organisme manusia.
2. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa
“feeling”, afeksi seseorang. Dalam hal ini
motivasi relevan dengan persoalan-persoalan
kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat
menentukan tingkah laku manusia.
3. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan.
Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya
merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan.
Dengan demikian yang dimaksud dengan
motivasi belajar adalah keseluruhan daya
penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan
kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari
kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada
kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki
oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
Media Komputer Program eXe learning
Teknologi komputer sebagai media
informasi merupakan media yang efektif bagi
seorang dalam merancang media pembelajaran
sehingga dapat meringankan tugas guru. Dengan
media komputer guru akan lebih mudah menyampaikan
materi yang sulit dibayangkan siswa
menjadi suatu konsep yang dapat pahami siswa.
Media komputer program e-learning banyak dikembangkan dengan berbagai karakteristik
dasar:
(1) Memberikan layanan student self
service, artinya seluruh peserta didik dalam
pembelajaran berbasis TIK ini dapat melayani diri
mereka sendiri ketika ingin menjalani aktivitas
belajar. Struktur kurikulum dan bahan ajar dapat
diakses secara mandiri tanpa campur tangan dari
pikah lain,
(2) memberikan layanan online
learning, artinya seluruh bahan ajar yang
disiapkan oleh pendidik dapat diakses oleh
peserta didik secara online melalui jalur internet
maoun intranet. Bahan ajar disajikan dalam
bentuk course (kursus) yang telah dipaketkan
sesuai Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar,
(3) memberikan layanan online assessment,
artinya peserta didik yang telah melakukan
pembelajaran secara online dapat mengetahui
apakah dirinya telah menguasai materi pembelajaran
dengan cara mengikut layanan assesment
secara online,
(4) memberikan layanan collaborative
learning, artinya aplikasi ini menyediakan
layanan kolaborasi pembelajaran antara pendidik
dengan pendidik, pendidik dengan peserta didik,
maupun antara peserta didik,
(5) menyediakan
layanan training resources management, artinya
aplikasi ini menyediakan layanan pengelolaan
sumber daya pelatihan secara terkomputerisasi.
Dari karateristik dasar tersebut dapat dikembangkan
fitur-fitur aplikasi sebagai berikut:
(1)
Sharing material. Konten pembelajaran yang
dikembangkan pendidik dapat dengan mudah
sampai ke tangan pendidik lain dan peserta didik,
(2) forum dan chat. Fitur komunikasi anatara
pendidik dengan peserta didik maupun antar
peserta didik. Sifat komunikasi pada forum
tidaklah interaktif, sedangkan chat bersifat
interaktif,
(3) recording grades. Fitur aplikasi
yang mampu melacak dan mengelolah nilai peserta
didik sesuai dengan konfigurasi yang dilakukan
oleh pendidik (Sukari, 2014).
Interaktif pembelajaran dengan menggunakan
komputer mengikuti 3 unsur, yaitu:
(1)
Urutan-urutan instruksional yang dapat disesuaikan,
(2) respon atau pekerjaan siswa, dan
(3)
umpan balik yang dapat disesuaikan (Arsyad,
2007).
Pembelajaran menggunakan komputer
seperti program eXe learning, materi dapat
disajikan dalam bentuk tutorial dan disertai soal
latihan pilihan ganda. Program eXe learning
merupakan singkatan dari elearning XHTML
editor, yaitu sebuah program yang digunakan
untuk membuat bahan ajar berbasis Web yang
dirancang untuk menyampaikan bahan ajar
menjadi lebih mudah dan menarik. Pada program
eXe learning, guru dapat membuat bahan ajar
berbasis Web tanpa perlu mengetahui tentang
HTML, bahkan lebih mudah dibandingkan Web
editor seperti MsFrontpage. Dalam program eXe
learning, guru hanya membuka halaman eXe
learning, kemudian mengisi dengan teks, gambar,
video selanjutnya secara otomatis terbentuk daftar
isi yang link ke semua halaman (Purnomo,2007).
6. Contoh e-learning dalam pembelajaran kimia
Bagaimana pembelajaran Kimia Polimer berbasis e-learning?
Sesuai dengan pengertian awam, e-learning yang dimaksudkan di sini adalah suatu pembelajaran yang menggunakan jaringan komputer (intranet/Internet) dengan dukungan teknologi Web sebagai media deliveri materi dan komunikasi. Sistem pembelajaran ini dapat digunakan sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar tatap muka maupun digunakan sebagai bentuk pembelajaran mandiri. Secara garis besar, teknis pelaksanaan e-learning dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:
(1) hanya menggunakan media Web biasa, dan
(2) menggunakan software khusus e-learning berbasis Web yang sering disebut dengan istilah learning management system (LMS).
Pada cara pertama, materi-materi pembelajaran disajikan pada sebuah situs Web. Siapapun dapat mengakses materi secara bebas atau dibatasi dengan password (seperti model langganan majalah/jurnal). Komunikasi bisanya dilakukan menggunakan e-mail atau forum diskusi khusus. Dalam hal ini biasanya tidak terdapat fasilitas portofolio, sehingga dosen tidak memiliki informasi siapa yang telah mengakses materi tertentu dan kapan akses dilakukan. Yang diperlukan untuk menggunakan pendekatan ini hanyalah sebuah server Web. Pada cara kedua, selain diperlukan server Web juga diperlukan sebuah software (LMS) yang berfungsi untuk mengelola e-learning.
Software (sistem) LMS biasanya mempunyai fasili- 7 tas-fasilitas yang berfungsi untuk
(1) administrasi mahasiswa,
(2) penyajian materi,
(3) komunikasi,
(4) pencatatan (portofolio),
(5) evaluasi, bahkan
(6) pengembangan materi.
Berbeda dengan akses ke Web biasa, akses ke LMS biasanya memerlukan nama user dan password, dan biasanya hanya dosen dan mahasiswa yang terdaftar yang dapat melakukannya. Sistem LMS akan mencatat semua aktivitas yang dilakukan mahasiswa selama mereka masuk ke dalam sistem e-learning. Gambar 3 menyajikan diagram arsitektur sistem e-learning berbasis LMS (diadopsi dari Kojhani, 2004).
Sistem e-learning terdiri atas beberapa komponen, yakni:
(1) komputer server yang dilengkapi dengan server Web dan software LMS (learning management system) dan software pendukung lain,
(2) infrastruktur jaringan yang menghubungkan komputer klien ke server,
(3) komputer klien tempat mahasiswa dan dosen mengakses kelas online, dan
(4) bahan-bahan ajar yang disiapkan oleh dosen dan dimasukkan ke dalam kelas online.
Sesuai dengan model di atas, komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun sistem e-learning meliputi:
(1) hardware server dengan spesifikasi yang memadai
(2) software untuk server: sistem operasi, server Web, dan server e-learning (LMS, learning management system), serta software-software pendukung lainnya (misalnya PHP, MySQL) (3) komputer klien dengan spesifikasi dan cacah yang memadai untuk akses ke sistem elearning secara online
(4) software-software untuk komputer klien: sistem operasi, browser Internet untuk mengakses server, software aplikasi dan authoring untuk mengembangkan materi pembelajaran oleh dosen dan mengerjakan tugas-tugas oleh mahasiswa
(5) infrastruktur jaringan LAN dan Internet yang diperlukan untuk mengakses sistem perkuliahan online.
Melalui sistem e-learning mahasiswa dapat membaca materi kuliah, mencoba demonstrasi dan simulasi, membaca tugas-tugas dan mengirim jawabannya, Infrastruktur Software Server E-learning Bahan ajar Server Web Mahasiswa/Dosen Infrastruktur Hardware 8 berkomunikasi dengan sesama mahasiswa dan dosen. Setelah infrastruktur pendukung e-learning siap, langkah yang paling penting adalah melakukan persiapan dan melaksanakan kuliah online yang dipadukan dengan kuliah tatap muka. Di sini peran dosen sangatlah penting sebagai pengembang materi belajar dan fasilitator kegiatan pembelajaran. Sistem e-learning atau LMS hanyalah sebuah alat. Pemanfaatannya sangat tergantung pada dosen sebagai pengelola kelas. Dalam pengelolaan kelas secara online dosen harus menyiapkan bahan-bahan ajar yang akan disajikan secara online dan melakukan komunikasi secara online menggunakan fasilitas-fasilitas tersedia pada LMS.
Permasalahan:
- ·
Apakah e-learning bisa
dimanfaatkan untuk semua materi pelajaran kimia?
- ·
Seberapa efektif
penggunaan e-learning pada pembelajaran kimia?
- · Bagaimana cara mengatasi
permasalahan seperti masih kurangnya pengetahuan guru dalam memanfaatkan
komputer serta bagaimana cara meningkatkan kreatifitas seorang guru dalam
memanfaatkan e-learning?
Daftar Pustaka
http://jurnal-online.um.ac.id/data/artikel/artikelB222663265A80590716499B3118E7E43.pdf
http://halizaagusriyaniputri.blogspot.co.id/2017/02/pengertian-e-learning-e-learning-adalah.html
https://anzdoc.com/penerapan-spbm-yang-diintegrasikan-dengan-program-exe-learning-terhadap-motivasi-hasil-belajar-mahasiswa-pada-mata-kuliah-kimia-dasar